Selasa, 09 Oktober 2012

STANDAR ISI SMA KELAS X, XI, XII IPA-IPS

II.Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untukSekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) 



A.  Latar Belakang
Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.

Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik  untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global. 

peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri;
guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar;
guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya;
orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan di sekolah;
sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia;
daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional.




B.   Tujuan

Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.    Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis
2.    Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
3.    Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan
4.    Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan  intelektual, serta kematangan emosional dan sosial
5.    Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
6.    Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.


C.   Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1.                    Mendengarkan
2.                    Berbicara
3.                    Membaca
4.                    Menulis.

Pada akhir pendidikan di SMA/MA, peserta didik telah membaca sekurang-kurangnya 15 buku sastra dan nonsastra.

    

D. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar


1.      Kelas  X,  Semester  1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mendengarkan
1.    Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung

1.1 Menanggapi siaran atau informasi dari  media  elektronik (berita dan nonberita)  
1.2 Mengidentifikasi unsur sastra (intrinsik dan ekstrinsik)  suatu cerita yang disam­­paikan secara  langsung/melalui rekam­an   
Berbicara
2.    Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita


2.1 Memperkenalkan diri dan orang lain di da­lam forum resmi dengan intonasi yang tepat
2.2 Mendiskusikan  masalah (yang ditemukan dari berbagai berita, artikel, atau buku)  
2.3 Menceritakan  berbagai pengalaman  dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat
Membaca
3.    Memahami berbagai teks bacaan  nonsastra dengan berbagai teknik membaca

3.1 Menemukan ide pokok berbagai teks  nonsastra dengan teknik membaca cepat  (250 kata/menit)
3.2 Mengidentifikasi ide teks  nonsastra dari berbagai sumber melalui teknik membaca ekstensif   
Menulis
4.    Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif)

4.1 Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu  dan tempat dalam bentuk paragraf naratif  
4.2 Menulis hasil observasi dalam bentuk  paragraf deskriptif  
4.3 Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf  ekspositif  
Mendengarkan
5.    Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/tidak langsung

5.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman   
        Mengungkapkan isi suatu puisi yang disampaikan  secara langsung ataupun melalui rekaman  
Berbicara
6.    Membahas cerita pendek melalui kegiatan  diskusi 


6.1 Mengemukakan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek  melalui kegiatan  diskusi 
6.2 Menemukan  nilai-nilai  cerita pendek melalui kegiatan  diskusi 

Membaca
7.    Memahami  wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan  cerpen


7.1 Membacakan puisi  dengan lafal, nada, tekanan, dan intonasi yang tepat
7.2 Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari
Menulis
8.    Mengungkapkan pikiran, dan perasaan  melalui kegiatan menulis  puisi 


8.1 Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama, dan rima
8.2 Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima



2.      Kelas X, Semester  2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mendengarkan
9.    Memahami  informasi melalui tuturan   

9.1 Menyimpulkan isi informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung  
          Menyimpulkan isi informasi yang didengar melalui tuturan tidak langsung (rekaman atau teks yang dibacakan)  
Berbicara
10.  Mengungkapkan komentar terhadap informasi dari berbagai sumber   


10.1   Memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak dan atau elektronik    
              Memberikan persetujuan/dukungan terhadap artikel yang terdapat dalam media cetak dan atau elektronik    

Membaca
11.  Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai   

11.1  Merangkum seluruh isi informasi teks buku ke dalam beberapa kalimat dengan  membaca memindai        
11.2  Merangkum seluruh isi informasi dari suatu tabel dan atau grafik ke dalam beberapa kalimat dengan membaca memindai   
Menulis
12.  Mengungkapkan informasi melalui  penulisan paragraf dan teks pidato

12.1  Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentatif
12.2  Menulis gagasan untuk meyakinkan atau mengajak pembaca bersikap atau melakukan sesuatu dalam bentuk paragraf  persuasif
12.3  Menulis hasil  wawancara ke dalam beberapa paragraf dengan menggunakan ejaan yang tepat
12.4  Menyusun  teks pidato  
Mendengarkan
13.  Memahami cerita rakyat yang dituturkan  





13.1  Menemukan hal-hal yang menarik tentang tokoh cerita rakyat yang disampaikan secara langsung dan atau melalui rekaman   
13.2  Menjelaskan hal-hal yang menarik tentang latar cerita rakyat yang disampaikan secara langsung dan atau  melalui rekaman  
Berbicara
14.  Mengungkapkan pendapat terhadap puisi melalui diskusi 


14.1  Membahas isi puisi berkenaan dengan gambaran penginderaan, perasaan, pikiran, dan imajinasi melalui  diskusi 
14.2  Menghubungkan isi puisi dengan realitas alam, sosial budaya, dan masyarakat melalui  diskusi 
Membaca
15.  Memahami sastra Melayu klasik  


15.1  Mengidentifikasi karakteristik dan   struktur         unsur intrinsik sastra Melayu klasik
15.2  Menemukan  nilai-nilai yang terkandung di dalam sastra Melayu klasik
Menulis
16.  Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam  cerpen


16.1  Menulis karangan berdasarkan  kehidupan diri sendiri dalam   cerpen (pelaku, peristiwa, latar)
16.2  Menulis karangan berdasarkan  pengalaman orang lain dalam   cerpen (pelaku, peristiwa, latar)


3.      Kelas XI,  Semester 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mendengarkan
1. Memahami berbagai informasi dari sambutan/khotbah dan wawancara

1.1  Menemukan  pokok-pokok isi sambutan/   khotbah  yang didengar
1.2   Merangkum isi pembicaraan dalam wawancara  

Berbicara
2.    Mengungkapkan secara lisan informasi hasil membaca dan  wawancara

2.1  Menjelaskan secara lisan uraian   topik tertentu dari hasil membaca (artikel atau buku)    
2.2  Menjelaskan hasil wawancara tentang tanggapan narasumber terhadap topik tertentu  
Membaca
3.    Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring


3.1  Menemukan perbedaan paragraf induktif dan deduktif melalui kegiatan membaca intensif
3.2  Membacakan berita dengan intonasi, lafal, dan sikap membaca yang baik
Menulis
4.    Mengungkapkan informasi dalam bentuk  proposal, surat dagang, karangan ilmiah


4.1  Menulis proposal  untuk  berbagai keperluan   
4.2  Menulis surat dagang dan surat kuasa
4.3  Melengkapi karya tulis dengan daftar pustaka dan catatan kaki
Mendengarkan
5.    Memahami pementasan drama  

5.1  Mengidentifikasi peristiwa, pelaku dan perwatakannya, dialog, dan konflik pada  pementasan drama
5.2  Menganalisis  pementasan drama berdasarkan  teknik pementasan
Berbicara
6.      Memerankan tokoh dalam pementasan drama



6.1  Menyampaikan dialog disertai gerak-gerik dan mimik, sesuai dengan watak tokoh
6.2  Mengekpresikan perilaku dan dialog tokoh protogonis dan atau antagonis
Membaca
7.    Memahami berbagai hikayat, novel Indonesia/novel terjemahan


7.1  Menemukan unsur-unsur intrinsik  dan ekstrinsik hikayat
7.2  Menganalisis unsur-unsur intrinsik  dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan
Menulis
8.    Mengungkapkan infomasi   melalui  penulisan  resensi    


8.1  Mengungkapkan prinsip-prinsip penulisan  resensi  
8.2  Mengaplikasikan prinsip-prinsip penulisan resensi  


4.      Kelas XI,  Semester  2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mendengarkan
9.      Memahami  pendapat dan informasi  dari berbagai sumber dalam diskusi atau seminar

9.1  Merangkum isi pembicaraan dalam suatu diskusi atau seminar   
9.2  Mengomentari pendapat seseorang dalam suatu diskusi atau seminar    
Berbicara
10.   Menyampaikan laporan hasil penelitian dalam diskusi atau seminar

10.1  Mempresentasikan hasil penelitian secara runtut dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar
10.2  Mengomentari tanggapan orang lain terhadap presentasi  hasil penelitian  
Membaca
11.  Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif  


11.1  Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan  membaca cepat 300 kata per menit
11.2   Membedakan fakta dan opini  pada editorial
         dengan membaca intensif   
Menulis
12.  Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman/ringkasan,  notulen rapat, dan    karya ilmiah


12.1 Menulis rangkuman/ringkasan isi buku  
12.2  Menulis notulen rapat sesuai dengan pola  penulisannya
12.3  Menulis karya ilmiah seperti hasil pengamatan, dan penelitian  
Mendengarkan
13.  Memahami pembacaan  cerpen

13.1  Mengidentifikasi alur, penokohan, dan latar dalam cerpen yang dibacakan
13.2   Menemukan nilai-nilai dalam cerpen yang dibacakan    

Berbicara
14.  Mengungkapkan wacana sastra dalam bentuk pementasan drama  


14.1  Mengekspresikan dialog para tokoh dalam pementasan drama 
14.2  Menggunakan gerak-gerik,  mimik, dan intonasi, sesuai dengan watak tokoh dalam pementasan drama 
Membaca
15.  Memahami buku biografi, novel, dan hikayat

15.1  Mengungkapkan hal-hal  yang menarik dan  dapat diteladani dari tokoh  
15.2  Membandingkan unsur intrinsik  dan ekstrinsik novel Indonesia/ terjemahan dengan hikayat   
Menulis
16.  Menulis naskah  drama   


16.1  Mendeskripsikan perilaku manusia melalui dialog naskah drama
16.2  Menarasikan pengalaman manusia  dalam bentuk adegan dan latar pada naskah drama









5.      Kelas XII, Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mendengarkan
1.  Memahami informasi dari berbagai laporan

1.1  Membedakan  antara fakta dan opini  dari berbagai laporan  lisan
1.2  Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran
Berbicara
2.  Mengungkapkan gagasan, tanggapan, dan informasi dalam diskusi


2.1  Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis  dalam diskusi
2.2  Menyampaikan intisari buku nonfiksi dengan menggunakan bahasa yang efektif dalam diskusi

Membaca
3.  Memahami artikel dan teks pidato 

3.1  Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel melalui kegiatan membaca intensif
3.2  Membaca nyaring teks pidato dengan intonasi yang tepat
Menulis
4.    Mengungkapkan infomasi dalam bentuk   surat dinas, laporan, resensi  






4.1  Menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan unsur-unsur dan struktur
4.2  Menulis surat dinas berdasarkan isi, bahasa, dan format yang baku
4.3  Menulis laporan diskusi dengan melampirkan notulen dan daftar hadir
4.4  Menulis resensi buku pengetahuan berdasarkan format baku
Mendengarkan
5.      Memahami pembacaan novel

        Menanggapi pembacaan penggalan novel dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan   
        Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dari pembacaan penggalan novel   

Berbicara
6.    Mengungkapkan pendapat tentang  pembacaan  puisi  

6.1  Menanggapi pembacaan puisi lama tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
6.2  Mengomentari pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
Membaca
7.    Memahami  wacana sastra puisi dan cerpen

7.1  Membacakan puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai
7.2  Menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen     
Menulis
8.    Mengungkapkan pendapat, informasi, dan pengalaman dalam bentuk resensi dan cerpen

8.1  Menulis resensi buku kumpulan cerpen berdasarkan unsur-unsur resensi
8.2  Menulis cerpen  berdasarkan kehidupan orang lain (pelaku, peristiwa, latar)


6.      Kelas XII, Semester 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mendengarkan
9.    Memahami informasi dari berbagai sumber yang disampaikan secara lisan


9.1  Mengajukan saran perbaikan tentang  informasi yang disampaikan secara langsung    
9.2  Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan melalui radio/televisi   
Berbicara
10.   Mengungkapkan informasi melalui presentasi program/proposal dan  pidato tanpa teks

10.1  Mempresentasikan program kegiatan/proposal  
10.2  Berpidato tanpa teks dengan lafal,  intonasi, nada, dan sikap yang tepat
Membaca
11.   Memahami ragam wacana tulis  melalui kegiatan membaca cepat dan membaca  intensif


11.1  Menemukan ide pokok suatu teks dengan  membaca cepat 300-350 kata per menit
11.2   Menentukan kalimat kesimpulan (ide pokok)  dari berbagai pola paragraf induksi, deduksi dengan membaca intensif  
Menulis
12    Mengungkapkan pikiran, pendapat, dan informasi dalam penulisan karangan berpola

12.1  Menulis karangan berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan deduktif dan induktif  
12.2  Menulis esai berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan pembuka, isi, dan penutup
Mendengarkan
13    Memahami pembacaan teks drama


13.1  Menemukan unsur-unsur intrinsik teks drama yang dididengar melalui pembacaan       
13.2  Menyimpulkan isi drama melalui  pembacaan teks drama  
Berbicara
14    Mengungkapan tanggapan terhadap pembacaan puisi lama  

14.1  Membahas ciri-ciri dan nilai-nilai yang terkandung dalam gurindam   
14.2  Menjelaskan keterkaitan gurindam dengan kehidupan sehari-hari
Membaca
15    Memahami buku kumpulan puisi kontemporer dan  karya sastra yang dianggap penting pada tiap periode

15.1  Mengidentifikasi   tema dan ciri-ciri puisi kontemporer melalui kegiatan membaca buku kumpulan puisi komtemporer
15.2  Menemukan perbedaan karakteristik  angkatan melalui membaca karya sastra yang dianggap penting pada setiap periode   

Menulis
16    Mengungkapkan pendapat dalam bentuk  kritik dan esai


16.1  Memahami prinsip-prinsip penulisan kritik dan esai
16.2  Menerapkan prinsip-prinsip  penulisan kritik dan esai  untuk mengomentari  karya sastra  





E.  Arah Pengembangan

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.


Pengertian Kohesi dan Koherensi

Kohesi dan koherensi merupakan syarat utama kewacanaan atau tekstualitas, Keduanya merupakan konsep kepaduan. Pengertian Kohesi adalah Keterpaduan Bentuk sedangkan koherensi adalah Kepaduan Makna. Teks atau wacana yang kohesif berarti setiap unsur lahirnya terpadu secara internal dalam satuan teks tersebut. Tegasnya, setiap komponen teks lahir, misalnya kata aktual yang didengar atau dibaca, saling terhubung dalam rangkaian. Unsur-unsur komponen lahirnya harus saling tergantung. Jadi, kehadiran yang satu serasi dengan kehadiran yang lain baik bentuk maupun distribusinya. Contoh lain dari unsur teks lahir adalah wujud tata bahasanya atau unsur-unsur konvensi lain (kesepakatan terkadang diwujudkan dalam aturan tertulis).


Perbedaan antara kohesi dan koherensi pada sesuatu yang terpadu atau yang berpadu. Pada kohesi, yang terpadu adalah unsur-unsur lahiriah teks, termasuk struktur lahir (tata bahasa). Penggalan teks percakapan dua orang berikut dapat dijadikan contoh.

“Hei, apa kabar?” “Oh, kamu. Kabar baik. Tinggal di mana? Masih di tempat yang dulu?” “Iya, di situlah saya tinggal sampai sekarang.” 

Semua unsur lahir dalam penggalan teks tersebut terpadu, baik secara leksikal maupun gramatikal. Sementara itu, keberpaduan atau koherensi mengharuskan unsur-unsur batinnya (makna, konsep, dan pengetahuan) saling berpadu. Misalnya, ujar “apa kabar” biasanya digunakan oleh orang yang sudah saling kenal dan relative (hubungan kerabat) sudah agak lama tidak saling jumpa. Pembicara pertama mengujarkannya kepada yang kedua dan yang kedua menyambut dengan akrab dan mengisyaratkan pemahaman bahwa mereka sudah lama tidak saling jumpa. Apa lagi, pengujar tersebut melanjutkan dengan ujaran berikutnya, yang memperkuat tafsiran bahwa dia merasa sudah lama tidak jumpa dengan pengujar pertama.


Contoh Koherensi

Buku merupakan investasi masa depan. Buku adalah jendela ilmu pengetahuan yang bisa membuka cakrawala seseorang. Dibanding media pembelajaran audiovisual, buku lebih mampu mengembangkan daya kreativitas dan imajinasi anak-anak karena membuat otak lebih aktif mengasosiasikan simbol dengan makna. Radio adalah media alat elektronik yang banyak didengar di masyarakat. Namun demikian, minat dan kemampuan mambaca tidak akan tumbuh secara otomatis, tetapi harus melalui latihan dan pembiasaan. Menciptakan generasi literat membutuhkan proses dan sarana yang kondusif.

Paragraf di atas dikatakan tidak koheren karena terdapat satu kalimat yang melenceng dari gagasan utamanya yaitu kalimat yang dicetak tebal.

Contoh Kohesi

Pada tahun 1997, produksi padi turun 3,85 persen. Impor beras meningkat, diperkirakan menjadi 3,1 ton tahun 1998. swasembada pangan tercapai pada tahun 1984, pada tahun 1985, kita mengekspor sebesar 371,3 ribu ton beras, bahkan 530,7 ribu ton pada tahun 1993. pada tahun 1994, neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. Impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2,5 juta ton.

Paragraf di atas mengemukakan satu gagasan utama, yaitu mengenai masalah naik turunnya produksi beras Indonesia. Dengan demikian koherensi kalimat tersebut sudah terpenuhi, namun paragraf tersebut dikatakan tidak memiliki kohesivitas yang baik sehingga gagasan tersebut sulit dipahami. Paragraf tersebut perlu diperbaiki, misalnya dengan memberikan kata perangkai seperti berikut ini.
Pada tahun 1997, produksi padi turun 3,85 persen. Akibatnya, impor beras meningkat, diperkirakan menjadi 3,1 ton tahun 1998. Sesudah swasembada pangan tercapai pada tahun 1984, pada tahun 1985, kita mengekspor sebesar 371,3 ribu ton beras, bahkan 530,7 ribu ton pada tahun 1993. Akan tetapi, pada tahun 1994, neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. Sejak itu, impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2,5 juta ton.

Senin, 08 Oktober 2012

Biografi H.B. Jassin



Sebagai tokoh yang berpengaruh dalam dunia sastra Indonesia salah satunya H.B. Jassin. Mungkin banyak rakyat Indionesia tidak mengenalnya. Padahal besar sekali pengaruh dan jasa beliau untuk dunia sastra Indonesia. Agar kita lebih mengenal sosok beliau, berikut adalah Biografi H.B Jassin dan sejumlah buku karyanya.

A. Riwayat Hidup
Hans Bague Jassin lahir pada tanggal 13 juli 1917 di Gorontalo. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di HIS Balikpapan. Beberapa waktu kemudian, keluarganya pindah ke Pangkalan Brandan. Di kota kecil ini, Jassin melanjutkan pendidikan dengan bersekolah di HBS Pangkalan Brandan. Setamat HBS, Jassin bekerja secara sukarela di kantor Asisten Residen Gorontalo. Pada tahun 1940, Jassin menerima tawaran Sutan Takdir Alisjahbana untuk bekerja sebagai redaktur di Badan Penerbitan Balai Pustaka.

Tanpa disangka, pekerjaan tersebut memberikan kesempatan yang luas kepada Jassin untuk mengembangkan kemampuannya sebagai seorang kritikus. Sejumlah tulisan karya jassin dimuat di beberapa majalah, seperti Panji Pustaka, pantja Raja, Mimbar Indonesia, Zenith, Kisah, dan Sastra. Jassin pun dikenal sebagai kritikus andal. Sehubungan dengan hal itu, Jassin kemudian diminta untuk mengajar di Universitas Indonesia, tempat ia memperoleh gelar sarjana (1957) dan doctor honoris causa (1975). H.B. Jassin meninggal dunia pada tanggal 11 Maret 2000 di Jakarta.

B. Riwayat Kepengarangan
Dalam khasanah kesastraan Indonesia, nama H.B Jassin dikenal sebagai kritikus melalui serangkaian karya bunga rampainya, seperti Gema Tanah Air (1948), Kesusastraan Indonesia di Masa Jepang (1948), Pujangga Baru: Prosa dan Puisi (1963), dan Angkatan 66: Prosa dan Puisi (1968). Pada kemudian hari keberadaan karya antologi tersebut membuat H.B Jassin lebih dikenal sebagai seorang kritikus dan mengkonstruksi perkembangan kesastraan Indonesia modern bedasarkan situasi politik yang melatarbelakanginya.

Berdasarkan kerangka tersebut, Jassin membagi perkembangan kesastraan Indonesia modern menjadi empat golongan besar, yakni Angkatan ’20 (Balai Pustaka), Angkatan ’33 (Pujangga Baru), Angkatan ’45, dan Angkatan ’66. Pembagian ini dianggap sebagai pembagian yang konvensional. Pada kemudian hari pembagian tersebut memberikan keleluasaan bagi Jassin untuk mendokumentasi seluruh karya sastra para sastrawan Indonesia tanpa mengenal batasan ideologi ataupun warna estetik yang dianut setiap sastrawan. Sehubungan dengan hal tersebut, H.B Jassin kemudian diberi gelar Paus Sastra Indonesia oleh Gajus Siagian.

Sebagai seorang kritikus yang terjun langsung dalam perkembangan kesatraan tanah air yang bersifat bipolar, Jassin pernah terlibat dalam serangkaian polemik. Pada masa pemerintahan orde lama, Jassin terpaksa harus kehilangan jabatannya di Lembaga Bahasa Nasional dan Universitas Indonesia. Hal tersebut terjadi karena keterlibatannya dalam penandatanganan Manifes Kebudayaan. Pada tahun 1971, Jassin merasakan hidup dalam penjara selama satu tahun, dengan masa percobaan selama dua tahun, akibat sebuah cerpen berjudul “Langit Makin Mendung” karya Ki Panjikusmin, yang dimuat dalam majalah sastra asuhannya.

Meskipun bentuk kritik Jassin dianggap terlalu konvensional sehingga menuai banyak hujatan, keberadaan H.B. Jassin dalam perkembangan kesatraan tanah air tidak bisa di hilangkan. H.B. Jassin merupakan orang pertama yang melakukan usaha dokumentasi karya satra Indonesia. Ia telah mengumpulkan sekitar 30.000 buku dan majalah sastra. Atas jasanya tersebut, masyarakat Indonesia dapat mengetahui perkembangan sastra Indonesia sehingga tidak kehilangan sejarahnya. Selain itu, melalui tangan H.B. Jassin pula masyarakat Indonesia dapat menikmati belasan judul buku satra. Buku sastra tersebut dapat dijadikan acuan dalam mempelajari dan mengembangkan sastra tanah air. Berikut ini sejumlah buku karya H.B. Jassin.

1.      Tifa Penyair dan Daerahnya (1952)
2.      Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Essay I-IV (1954)
3.      Omong-Omong H.B. Jassin (catatan perjalanan ke Amerika 1958-1959)
4.      Heboh Sastra 1968 (1970)
5.      Sastra Indonesia Sebagai Warga Sastra Dunia (1983)
6.      Pengarang Indonesia dan Dunianya (1983)
7.      Sastra Indonesia dan Perjuangan Bangsa (1993)
8.      Koran dan Sastra Indonesia (1994)

Sumber: Indarti Yuni Astuti, Ensiklopedi Sastrawan Indonesia Jilid 1, Jakarta, Permata Equator Media, 2008