Jumat, 24 Agustus 2012

Analisis Setting Roman Di Bawah Lindungan Ka’bah


BAB 1

1. Pendahuluan
1.1 Latar belakang masalah
Latar belakang masalah yang dibahas dalam roman di bawah lindungan ka’bah adalah setting, karena setting merupakan hal yang menarik untuk dianalisis. Setting merupakan latar belakang yang membantu kejelasan jalan cerita, setting ini meliputi waktu, tempat, social budaya. Dengan demikian kita akan semakin banyak menemukan hal yang menarik dari roman dibawah lindungan ka’bah terutama yang terdapat pada bagian setting.
1.2 Rumusan masalah
1.      Jelaskan jenis setting apa saja yang terdapat pada roman di bawah lindungan ka’bah?
2.      Jelaskan seting tempat pada roman di bawah lindungan ka’bah?
3.      Jelaskan setting waktu pada roman di bawah lindungan ka’bah?
1.3 Tujuan
Tujuan analisis setting roman di bawah lindungan ka’bah adalah:
1.      Untuk melatih diri sendiri dalam segi menganalisis sebuah roman.
2.      Sebagai pembekalan diri sendiri.
3.      Sebagai latihan menulis dan menganalisis sebuah roman.
1.4 Manfaat
Manfaat analisis setting roman di bawah lindungan ka’bah adalah:
1.      Sebagai bekal untuk melakukan penelitian berikutnya.
2.      Hasil penulisan ini nantinya bisa dijadikan sebagai bacaan yang bermanfaat.
3.      Memberikan wawasan kepada pembaca.




BAB II

2. Permasalahan dan analisis
Ada beberapa setting yang terdapat pada roman di bawah lindungan ka’bah. Akan tetapi setting yang akan dibahas hanyalah setting tempat dan setting waktu.
Pertama yaitu setting tempat, dan penjelasannya adalah sebagai berikut : waktu itu saya naik haji. Dari pelabuhan belawan saya telah berlayar ke jedah(7:3 DLK),dua hari kemudian sayapun sampai di mekah, tanah suci kaum muslimin sedunia (7:3 DLK), sahabat saya yang baru itu amat terkejut melihat bahwa sahabat saya ada di mekah (7:2 DLK), hanya dua atau tiga hari saja sebelum pergi naik haji akan tinggal di mekah (7:4 DLK), rumah tempatnya tinggal melihat tenang-tenang kepada “gela’ah” (benteng-benteng) tua di atas puncak jabal hindi (11:2 DLK), di atas sebuah bangku yang berhamparan daun kurma berjalin      (12:1 DLK), lantaran malu, ayah pindah ke kota padang (15:3 DLK), tinggal dalam rumah kecil yang kami diami itu (15:3 DLK), hanya duduk dalam rumah di dekat ibu, mengerjakan apa yang dapat saya tolong (16:2 DLK), saya sanggup menjualkannya dari lorong ke lorong, dari satu beranda rumah orang ke beranda yang lainya (16:3 DLK), di dekat rumah kami ada sebuah gedung besar berpekarangan yang cukup luas (17:3 DLK), rumah itu sudah lama tinggal kosong, karena yang empuhnya, seorang belanda telah pulang ke eropa (17:3 DLK), tiba-tiba rumah itu kembali diperbaiki (18:2 DLK), setelah saya akan meninggalkan halaman rumah itu (19:1 DLK), setelah itu sayapun pulang, sampai di rumah saya katakanlah kepada ibu perkataan orang di gedung besar itu (20:3 DLK), sejak itu saya telah leluasa datang ke rumah itu (21:2 DLK), sudah dua tiga kali saya datang ke rumah yang indah dan bagus itu     (19:4 DLK), dari sekolah rendah (H.I.S) saya sama-sama naik dengan anaknya menduduki mulo (24:4 DLK), pergilah kami berziarah ke perkuburan Ma’ala,tempat hamid dikuburkan (82:1 DLK), di arafah benar panasnya (75:2 DLK), tiba-tiba dari tempat tidurnya, hamid berkata (76:3 DLK), jama’ah-jama’ah telah kembali dari ziarah besar ke madinah (70:2 DLK),  di rumah yang indah-indah dan gedung yang permai-permai yang kiri kanannya di kelilingi oleh kebun-kebun yang subur (57:3 DLK), setip malam saya duduk beri’tikaf di dalam mesjidil haram (54:3 DLK), setelah saya sampai di medan saya buat surat kepada zainab (52:1 DLK), tiada saya di medan, saya menuju ke singapura (53:1 DLK), mengembara ke Bangkok, berlayar terus memasuki tanah-tanah Hindustan, dan dari karakhi berlayar menuju ke basrah, masuk ke irak, melalui sahara nejd dan akhirnya sampailah saya ke tanah suci ini (54:4 DLK), rumah tempat kami tinggal hannya sebuah rumah kecil yang sudah tua, yang lebih pantas kalau disebut gubuk atau dangau (14:2 DLK).
Kedua adalah setting waktu, dan penjelasannya adalah sebagai berikut sebagai berikut : Waktu itu saya naik haji (7:3 DLK), baharu dua bulan saja, semenjak awal ramadhan sampai syawal (10:2 DLK), pada suatu malam sedang duduk seorang dirinya di atas suntuh (12:1 DLK), massa saya masih berusia 4 tahun,ayah saya telah wafat (14:2 DLK), di waktu malam, ketika akan tidur kerap kali ibu menceritakaan kebaikan ayah semasa beliau hidup (13:2 DLK), anak-anak yang lain di waktu pagi masuk bangku sekolah, saya sendiri tidak (17:2 DLK), umur saya telah masuk 6 tahun, setahun lagi sudah mesti menduduki bangku sekolah (17:2 DLK), tiap-tiap pagi saya slalu di hadapkan rumah itu (18:4 DLK), pada sore harinya dengan takut-takut cemas pergilah dia ke rumah besar itu (20:3 DLK), pada suatu pagi saya datang ke muka ibu saya,dengan perasaan yang sangat gembira (22:1 DLK), suatu kali kelihatan oleh saya, sedang saya mengerjakan thawaf keliling ka’bah (11:2DLK), besok paginya, saya tidak menjunjung nyiru tempat kue lagi (22:3 DLK), kadang-kadang di waktu sore kami duduk di beranda muka, membalik-balik buku gambar, bertengkar dan berkelahi, kemuduan damai pula (23:3 DLK), hari minggu kami diizinkan pergi ke tepi laut, ke muara atau ke tepi batang arau (23:4 DLK), waktu itu kelihatan nyata oleh saya mukanya merah (42:4 DLK),berapa menit lamanya hening saja dalam ruangan itu (47:2 DLK), bertahun-tahun kami hidup laksana berkakak (60:4 DLK), pada suatu hari, hari yang tiada dapat saya lupakan, ia datang ke rumah ini menemui ibu (63:2 DLK), waktu itu isteriku menjawab (65:4 DLK), sepuluh hari sebelum orang-orang haji berangkat ke arafah mengerjakan wukuf (70:3 DLK), pada hari ke delapan bulan zu’lhijjah datang (74:1 DLK), pukul 4 sore kami tawaf keliling ka’bah (82:7 DLK), sehari sebelum kami meninggalkan mekah (82:1 DLK).
BAB III

        3. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa setting roman dibawah lindungan ka’bah sangatlah menarik dan bagus untuk dibaca. Walaupun yang dianalisis hanyalah setting tempat dan setting waktu. Analisis tersebut sudah cukup untuk menggambarkan bahwa penulisan dan pemiliahan setting sangat menarik. Analisis tersebut juga menambah wawasan dan pengetahuan penulis tentang cara menganalisis sebuah setting roman. Walaupun analisis ini masih jauh dari kesempurnaan. Semoga analisis ini dibaca dan juga bermanfaat bagi pembacanya, sehingga bisa dijadikan dasar dan acuan bagi pembaca untuk menganalisis setting roman yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar